Saturday, December 5, 2009

Sosok Bersahaja Dari Kota Demak


Lahir di Demak, tercatat pada tanggal 23 Desember. Berkembang dalam lingkungan jawa yang harmonis. Masa kecil dia habiskan dengan menuntut ilmu di pendidikan dasar dan menengah di kota yang terkenal dengan sebutan kota wali ini. Dari desa Bango, pemuda ini memulai pencarian jati diri hidupnya.
Pasca SMA, legenda pencariannya itu dimulai dengan mengembara menuntut ilmu di pondok pesantren. Pernah ngangsu kawruh di pondok pesantren ASSUJUDIYAH - Demak, PONDOK DARUL FALAH-KEDIRI, PONDOK PESANTREN DARUL LUGHAH– PAMEKASAN MADURA. Beliau juga pernah bermukim dan study di kawasan Pare Kediri (kampung Inggris) di MAHESA INSTITUTE - KEDIRI. Latar Belakang pendidikan informalnya tersebut semakin menguatkan karakter pribadinya yang supel bergaul ditengah masyarakat. Karakter supelnya diperkuat dengan kamampuan bilingual language (Arabic - english) yang lumayan fasih.
Sosoknya tetap bersahaja, hingga kini menjadi pemuda tanggung, mahasiswa ilmu Hukum- Universitas Jenderal Soedirman. Ilmu yang dimilikinya bak peribahasa seperti ilmu padi, semakin berisi - semakin merunduk. Pemuda yang akrab disapa "Maz Amin" cukup dikenal dengan pribadi yang low profile dan memiliki sense of humor yang tinggi.
Di kampus, beliau aktif di LKHS ( Lembaga Kajian Hukum dan Sosial), Justicia English Club (JEC), dan sempat diamanahi menjadi menteri advokasi BEM Fak.hukum periode 2007/2008.
Selain aktif di Intra kampus, beliau juga menjadi aktivis pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Di PMII, kemampuan dan karakternya semakin terasah membawa dia menjadi salah satu figur yang agamis, supel, dan santun di tengah masyarakat.
Merangkul kebersamaan, menjadi klausa yang selalu dibawanya, menujukan betapa egaliternya beliau dalam bersosialisasi. Tanpa membedakan asal-usul seseorang, berprinsip bahwa segala yang diciptakan Allah adalah yang terbaik, membawanya menjadi pribadi yang ringan tangan. Mas Amin adalah pribadi yang siap menolong siapapun yang membutuhkan kemampuannya. Hal ini menjadikan beliau memiliki visi untuk mengotimalkan fungsi-fungsi advokasi BEM UNSOED.

Bersama Shinta arDjahrie, maz Amin siap untuk maju menjadi salah satu kandidat Presiden BEM UNSOED, siap untuk Kerja Keras- Kerja Cerdas - Kerja Ikhlas!!!

Bismillah.